Cerita Hot Broken Cinderlella(fika Maharani)

Cerita Hot Broken Cinderlella(fika Maharani)by on.Cerita Hot Broken Cinderlella(fika Maharani)Broken Cinderlella(fika Maharani) BC.1 : Fika Maharani Karakter: Nama : Fika Maharani Usia : 17th Tinggi/Berat badan : 168cm/49kg Ukuran Bra : 34B Hobby : – Status : Single, pelajar kelas XI SMA Ilustrasi : Jumat Siang, SMA Negeri *** Jam pelajaran sekolah hari ini telah usai namun sekolah masih dipenuhi oleh para siswa-siswi yang […]

Broken Cinderlella(fika Maharani)

BC.1 : Fika Maharani

Karakter:

Nama : Fika Maharani
Usia : 17th
Tinggi/Berat badan : 168cm/49kg
Ukuran Bra : 34B
Hobby : –
Status : Single, pelajar kelas XI SMA
Ilustrasi :

Jumat Siang, SMA Negeri ***

Jam pelajaran sekolah hari ini telah usai namun sekolah masih dipenuhi oleh para siswa-siswi yang masih enggan untuk pulang. Di setiap sudut sekolah terlihat kumpulan-kumpulan murid berseragam batik sedang asik dengan kegiatan non-pendidikan, beberapa dari mereka ada yang sedang menyiapkan kegiatan eskul(ekstra kuli kuler), mengerjakan tugas, melakukan kewajiban piket, atau hanya sekedar mengobrol sambil bercanda-canda.

Di tengah hiruk pikuk suasana sekolah siang itu, terlihat sesosok siswi cantik sedang terburu-buru mengisi tas-nya dengan beberapa buku dan alat tulis yang tergeletak di atas meja kelasnya . “Gw cabut duluan yahh….!” Ucap siswi cantik tersebut sambil berjalan meninggalkan kerumunan teman-teman kelasnya yang masih asik mengobrol di depan kelas.

Dikarenakan karena lokasi kelasnya yang berada di lantai tiga gedung sekolah, membuat siswi cantik dengan name tag bertuliskan Fika Maharani di dadanya tersebut harus menuruni beberapa susunan tangga yang berada di pojok lorong kelas. Yah dia lah Fika Maharani, sang Cinderlella modern berstatus siswi kelas XI SMA

***
Sedikit perkenalan tentang Fika.
Fika Maharani atau yang sering disapa Fika adalah siswi kelas XI IPA 1 di salah satu SMA negeri di Jakarta. Dengan kepribadian-nya yang welcome dan wajahnya yang cantik dilengkapi tutuh yang sintal bagai model, tentu saja mudah baginya untuk dinobatkan sebagai salah satu wanita popular di kalangan siswa-siswa baik senior hingga junior-nya. Sudah tidak terhitung lagi siswa cowok yang tertarik padanya, namun pembawaan Fika yang tertutup serta jarang bergaul membuat para siswa cowok segan untuk mencoba serius mendekatinya.

Akan tetapi Nasib Fika Maharani tidak se-beruntung wajahnya. Sudah 2 bulan ini Fika harus merelakan tubuhnya kepada laki-laki yang tidak dikenalnya. Penghasilan Ibunya sebagai tukang cuci rumah ke rumah tidaklah cukup untuk kehidupan mereka di Jakarta. Dengan penghasilannya yang tidak banyak tersebut beliau harus berperan sebagai tulang punggung keluarga, dikarenakan suaminya telah wafat ketika Fika balita

Kini Fiak harus tinggal dirumah sederhana hasil belas kasihan seseorang yang cukup peduli dengan keluarga tersebut. Di rumah yang berada di kawasan pinggiran Ibukota tersebut Fika bukan lah satu-satunya anak yang tinggal di rumah tersebut, Fika memiliki seorang adik laki-laki yang masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar.

Walaupun sewajarnya pada masa remaja seperti Fika merupakan saat dimana seorang remaja menghabiskan uang jajan-nya untuk membeli keperluan seperti, gadget, peralatan make up, nongkrong, shopping dll. Tetapi semua itu sudah dibuang jauh-jauh dari fikiran-nya , Fika lebih senang sisa uang jajan yang iya simpan digunakan untuk membeli mainan adik laki-lakinya atau membeli makanan cepat saji yang tentu saja jarang dirasakan oleh keluarga tersebut.
Walaupun sering mendapatkan bantuan dari keluarga baik hati yan juga merupakan teman lama ibunya tersebut, namun kebutuhan keluarga Fika semakin lama terus berambah dan mulai dihimpit oleh beberapa hutang yang kian menumpuk.

Disaat itu lah tiba-tiba sosok Om Budi muncul, Om Budi adalah merupakan bekas rekan bisnis bapaknya dulu. Om Budi pun Merasakan iba kepada kehidupan istri dan anak-anak teman lamanya tersebut, lalu menawarkan diri untuk siap membantu apabila keluarga bekas rekan bisnisnya ini memerlukan bantuan.

Sampai suatu saat Fika terancam untuk putus sekolah karena tunggakan SPP ,membuat Fika terpaksa harus meminta bantuan kepada Om Budi yang langsung menyanggupi untuk membantu melunasi SPP sekolah Fika bahkan melunasi semua utang-utang ibunya yang sudah menumpuk dimana-mana.

Oleh karena itulah Fika menganggap om Budi adalah alah satu orang yang berjasa dalam kehidupannya. Namun ternyata bantuan tersebut tidaklah gratis, Naluri laki-laki Om Budi mulai timbul dipancing oleh kecantikan putri teman lamanya tersebut. Dengan tidak langsung Fika dibuat membayar atas bantuan om Budi. Sesekali Fika harus mau menemani om Budi yang kadang mengajaknya pergi berdua mulai dari sekedar makan bareng, hang out di mall, nonton, sampai menemaninya menginap saat istri dan anaknya tidak dirumah.

Perlahan tapi pasti Om Budi membuat Fika semakin masuk kedalam permainan yang memang sudah direncanakan-nya. Sedangkan Fika sudah tidak bisa lagi mengelak dari permintaan orang yang sangat berjasa kepadanya. Semakin lama permintaan Om budi semakin aneh-aneh, mulai dari minta dipijat, tidur berdua, sampai memegang bagian tubuh pribadi Fika.

Sesungguhnya Fika bukanlah wanita yang dengan mudah menjual tubuhnya serta memilih jalan pintas semacam ini, namun desakan ekonomi serta rasa sayang terhadap ibu dan adiknya lah yang memaksa Fika Maharani untuk melakukan hal tersebut. Tidak jarang Fika mengutuk dirinya sendiri dan merasa dia adalah wanita yang kotor.

Hingga suatu ketika yang menjadi puncak dari segalanya yaitu saat Fika diminta memberikan keperawanannya kepada Om Budi sebagai atas bantuan yang ia berikan kepada Fika. Tentu saja Fika yang sudah terlalu larut akan permainan Om Budi menjadi seperti kehilangan akal dan menyanggupi permitaan bejat tersebut.

Namun tidak cukup sampai disitu, dengan akal busuk-nya Om Budi mulai memanfaatkan balas budi Fika menjadi sebuah bisnis kotor. Menggunakan segala akal bulusnya Om Budi berhasil merubah Fika menjadi tambang uang untuknya. Dengan memanfaatkan situasi keuangan keluarga Fika, Om Budi selalu sukses merayu Fika untuk mengikuti segala kelicikannya.

Dengan cara yang terselubung Om Budi menawarkan tubuh Fika kepada rekan-rekannya yang menurutnya dapat dipercaya,tentu saja dengan bayaran yang sangat tinggi. Tanpa Fika ketahui om Budi dengan liciknya mengambil hampir setengah dari bayaran yang ia dapat.

***
Kembali ke si Cantik Fika..
Akhirnya tinggal bebrapa langkah lagi Fika berhasil sampai di gerbang sekolah. Sesekali rok seragam-nya berayun mengikuti langkahnya yang cepat, memperlihatkan sedikit kulit pahanya yang mulus dan membuat beberapa kumpulan siswa laki-laki yang sedang asik nongkrong mencuri-curi pandang dan bersiul menggodanya.

Fika.. Tiba-Tiba sebuah panggilan dengan suara yang dalam menghentikan langkah Fika.

Siang Pak.. Salam Fika kepada sosok gempal berpakaian olahraga yang memanggilnya, yaitu Pak Petrus Guru olah raga yang terkenal akan kecentilan-nya kepada siswi wanita.

Kamu mau kemana Fik..? Kok Kayanya terburu-buru sekali.. Tanya Pak Petrus dengan logat Sumatra-nya.

hahhah Ini Pak saya ada janji..Hah..hah jawab Fika dengan nafas tersengal

Panas-panas gini kamu malah jalan buru-buru gitu sih Fika Tuh liat baju kamu sampe basah Ujar Pak Petrus smabil mengusap pundak Fika.

Panasnya cuaca pada hari itu ditambah olah raga kecil Fika yang terburu-buru untuk pulang membuat seragam Batik-nya menjadi sedikit basah.

iya nih Pak Panas banget Ucap Fika sambil menyeka bintik-bintik keringat di dahinya.

Saat Pak Petrus mulai mengajak Fika untuk mengobrol ngalur-ngidul, sesekali Fika melihat jam tangan Casio silver di pergelangan tanga-nya sebagai tanda dirinya harus cepat-cepat pamit dari obrolan tidak jelas tersebut.

Namun langkah Fika itu percuma, Pak Petrus terus menahanya dengan pertanyaan yang di selingi lawakan garing. Tentu saja Pak petrus memiliki tujuan khusus dari kesisengannya menahan murid cantik-nya tersebut. Sambil terus mengoceh tidak karuan tangan kanan Pak Petrus sedari tadi betah di pundak Fika. Tangan Kasar Pak Petrus terus bergerilya di pundak Fika yang ditutupi seragam Batik yang dibasahi keringat-nya. Sensasi seragam yang basah dan tekstur punggung Fika yang halus dan lembut membuat tangan tersebut betah membelainya.

Perlahan dirasakannya lekuk pundak Fika yang halus, hingga berhenti saat merasakan guratan tali yang tak lain adalah tali BH Fika. Dirabanya tali tali BH tersebut dengan perlahan karena takut yang punya menyadarinya.

Bahh Kok bisa gitu pula? Kan udah Bapak ajarin makanyablabla..bla Ujar Pak Petrus berusaha menahan Fika agar dapat berlama-lama mengusap pundak muridnya tersebut.

Dengan perlahan tangan Pak Petrus bergerak turun mengikuti jalur tali BH tersebut hingga sampai di bagian punggung Fika yang juga telah dibasahi keringat. Sesekali mata Pak Petrus juga mencuri-curi pandang terhadap gundukan pada di dada FIka yang sunggu serasi dengan tubuh Fika. Tali BH Fika yang memeluk erat pundak Fika membentuk gundukan kulit kecil lembut di punggung Fika, disanalah tangan kasar itu kini berlama-lama mengraba-raba.

Perlahan Fika mulai menyadari kelakuan janggal tangan Pak Petrus, lalu menghentikan obrolannya.
Pak.. Saya duluan yah.. mau cepet-cepet mandi, gak betah bau keringet Ujar Fika sambil menepis tangan jahil tersebut.

Namun tiba-tiba tangan tersebut menyolek bagian ketiak Fika dengan cepat. Membuat Fika terkejut.

iya nih Bau ketekheee Ujar Pak Petrus bohong sambil cengengesan mencium tangannya.

Ihhhh Enak aja biar keringetan.., saya gak pernah bau ketek pak.. nih cium aja coba.. Ujar Fika kesal sambil mengangkat tangan-nya dan menyodorkan ketiaknya.

Masa..? Dengan cepat Pak Petrus mendekati mukanya ke ketiak Fika. Ternyata ketiak FIka memang tidak bau walau keringat telah sedikit membuatnya lembab. Dihisapnya dalam-dalam aroma tubuh Fika yang berkeringat namun tetap wangi. Posisinya yang sedikit menunduk dan terlalu dekat membuat pundak Pak Petrus menyenggol gundukan Payudara FIka yang kenyal.

Karena semua sensasi merangsang yang diterimanya tanpa sara tangan Pak Petrus bergerak perlahan mendekati ketiak Fika yang kini sedang dibauinya.

Pak bener kan gak bau…? Pertanyaan Fika membuat Pak Petrus menghentikan tangannya yang sedikit lagi menyentuh ketiak Fika.

Iya yah. Ujar Pak Petrus dengan muka sok kebingungan, syeeett Tangan yang sempat terhenti tersebut bergerak cepat mencolek Ketiak Fika.

Padahal basah keringat loh, tpi..hmmtuh gak bau.. hmmhmm. Malah wangi.. oceh Pak Petrus sambil mencium-cium tangan yang baru saja menyambar ketiak Fika ter sebut.

Ihh Jangan dicium gitu pak.. jorok banget sih udah ah saya jalan.. siang Pak. Ujar Fika sambil melangkah meninggalkan Pak Petrus yang mesih terus menciumi tangannya. Dan mungkin akan segera bertapa di toilet, mengocok sambil mencium bekas aroma tubuh Fika ditangannya.

Setelah beberapa menit Fika menunggu , bis kota yang biasa ia tumpangi untuk pulang kerumah tidak juga muncul. Panasya mata hari membuat Fika harus sedikit menempel dengan sebatang pohon mangga yang tumbuh subur di luar pagar Sekolah.

Dan tiba-tiba lagu PAY PHONE-Maroon 5 yang menjadi nada dering iPhone 5 milik Fika berbunyi. Dengan cepat Fika mengambil smartphone pemberian Om Budi tersebut dari saku rok seragamn-nya. Aduh Om Budi udah telfon lagi ujar Fika sambil melihat layar smarphone-nya.

Karakter:

Nama : Budi Hermawan
Usia : 48th
Tinggi/Berat badan : 170cm/78kg
Hobby : Bereng, tenis, travel
Status : Menikah, Direktur Perusahaan
Ilustrasi : –

“iya hallo om Budi kenapa?”

“Kamu dimana Fik? ”

“Ini lagi di halte depan sekolah nunggu bis”

“Kamu udah dikabarin sama si Har?”

“Iya tadi pagi dia bbm, ini makanya Fika langsung pulang ganti baju terus ke tempat Pak Har”

“Loh…Fik?? bukanya si Har nyuruh kamu jam 13.30 udah di apartemen-nya?”

“iya sih om tapi Fika keluar sekolah aja udah jam 12.30, ini Fika juga udah buru-buru kok
om”

“Aduh kalau kamu pulang dulu gak akanl sempet Fik, udah.. kamu langsung aja ke tempat si Har yah?”

“Aku gak bawa baju ganti om, lagian panas banget hari ini! masa ke tempat Om Har masih lengket-lengket gini? bau keringet nanti kasian Om Har-nya”

Udah kamu langsung aja ke tempatnya si Har, disana kan ada kamar mandi, kamu numpang mandi disana aja yah??? kalo bayar nanti om ganti, paling mandi bayar goceng”

“hahahaa… emang MCK? bisa aja Om Budi” Om Budi memang termasuk orang yang pandai melucu, tidak jarang banyolan ringan dari Om Budi seperti siang itu selalu berhasil membuat Fika tertawa.

“Heeeee… gimana nih jadinya..??

“iya aku langsung ke tempat Om Budi deh, tapi aku belum sempet kabari dia dari pulang sekolah tadi”

“Nanti biar om aja yang ngabarin.. tenang aja yah cantik… Dia pasti udah uring-uringan nunggu kamu dateng”

Mmhh yaudah deh om..nih Bis jurusan apartemen Om Har udah dateng.. Ujar Fika sambil melambaikan tangan untuk menghentikan sebuah Bis jurusan Blok M.

Kamu gak naik taksi aja Fik?? Ujar Om Budi sedikit keras agar Fika tidak menutup telfonya.

Gak usah Om.. Lagian Fika udah naek Bis nihnanti aku kabarin lagi deh yah..?? agak penuh bisnyadahh Om Budi…tuuuuttuuttt..tuuuutt. Fika pun mematikan teleponnya.

Didalam Bis yang dipadati oleh mayoritas dipenuhi oleh anak sekolah yang baru pulang itu,Fika terpakasa ikut berdesak-desakan bersama penumpang berdiri lainya yang mayoritas cowok. Tatapan-tatapan liar dari beberapa pasang mata penumpang bis siang itu ditanggapi cuek oleh Fika yang sedang khawatir dengan kemacetan jalan raya yang mungkin memperlambat-nya untuk sampai di tempat Om Har.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.